i8

SELAMAT DATANG DIBLOG SAYA

Minggu, 05 Juni 2016

KASUS 10.2 MENGANALISIS KINERJA ANAK PERUSAHAAN LUAR NEGERI DIDUNIA DENGAN KURS MENGAMBANG

KASUS 10.2 MENGANALISIS KINERJA ANAK PERUSAHAAN LUAR NEGERI DIDUNIA DENGAN KURS MENGAMBANG
1.    Pendekatan Evaluasi Kinerja GE
o   Tidak memiliki standar yang kaku
o   Terkait dengan tujuan rencana strategis dan anggaran tahunan
      Ukuran Keuangan:
      a) Laba dalam perusahaan afiliasi
      b) ROI
 
      Lebih menekankan kepada Manager :
      a)  Seberapa baik manajer berhubungan dengan pemerintah, peningkatan pangsa pasar, dan  
           keberhasilan hubungan karyawan
      b) Pembagian tanggung jawab (Desentralisasi)
           Perjanjian lindung nilai internal ditanggungjawabkan pada manager lokal.
      Pendekatan Evaluasi Kinerja ICI
      Membagi ukuran kinerja menjadi 2, yaitu
         1) Jangka panjang
              Melihat arus kas yang dihasilkan & ROI
         2)  Jangka pendek
              Melihat perbandingan hasil aktual dengan anggaran
     Pembagian tanggung jawab (sentralisasi)
     Manager unit dianggap bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi.
     Berikut kelemahan dan kekuatannya
     Kekuatan :
     ICI : Manajer melakukan penyesuaian modal kerja moneter ke dalam anggarannya, terfokus pada 
             neraca & laporan laba rugi agregat. Menetapkan penyesuaian biaya kini.
    GE : Manajer usaha luar negeri memiliki wewenang untuk mencapai laba yang dianggarkan.
    Manajer dapat melakukan kebijakan-kebijakan hingga melakukan kontrak forward.
    Jika terjadi devaluasi kinerja tak terduga kinerja perusahaan afiliasi masi h diukur berdasarkan 
    laba dollar menurut anggaran
    Kelemahan :
  ICI : Model biaya kini melanggar kerangka dasar pengukuran biaya historis karena tidak 
          berdasarkan biaya akuisisi pada awalnya, biaya juga berdasarkan hipotesis dan oleh karenanya 
          terlalu subjektif dan sukar dilaksanakan dalam praktik. Mengabaikan perubahan daya beli 
          umum, dan tidak mempertimbangan keuntungan dan kerugian kepemilikan pos moneter 
          seperti utang.
  Ge : Terlalu condong kepada keputusan manager. Tidak memperhitungkan kriteria-kriteria 
          keuangan yang lebih spesifik.
2. Pendekatan evaluasi kikerja manakah yang anda dukung dan mengapa ?
         Pendekatan evaluasi yang saya sukai adalah pendekatan ICI karena lebih simple dan keseluruhan berpengaruh dengan menggunakan neracan dan laporan keungan perusahaan agar lebih terperinci.

BAB 9 PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN

BAB 9
PERENCANAAN DAN KENDALI MANAJEMEN
A.      Pembuatan Model Usaha
Pembuatan model usaha merupakan gambaran besar, dan terdiri dari formulasi, pelaksanaan, dan evaluasi rencana bisnis jangka panjang suatu perusahaan. Alat perencanaan suatu sistem dapat diterapkan untuk mengumpulkan informasi atas pesaing dan kondisi pasar. Baik pesaing atau kondisi pasar dianalisis untuk melihat pengaruh keduanya terhadap kedudukan persaingan dan tingkat keuntungan perusahaan. Salah satu alat tersebut adalah Analisis WOST-UP. Analisis ini terkait dengan kekuatan dan kelemahan perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan operasi perusahaan. Teknik ini membantu manajemen dalam menghasilkan serangkaian strategi yang dapat dijalankan.
B.       Penganggaran Modal
Terdapat beberapa prosedur untuk menentukan struktur modal optimum dari suatu perusahaan, mengukur biaya modal suatu biaya perusahaan, dan mengevaluasi alternatif investasi berdasarkan kondisi ketidakpastian. Adaptasi ole perusahaan multinasional atas model perencanaan investasi tradisional telah dilakukan dalam tiga bidang pengukuran, diantaranya:
1.    Menentukan pengembalian yang relevan untuk investasi multinasional
2.    Mengukur ekspetasi arus kas
3.    Menghitung biaya modal perusahaan multinasional.
Adaptasi ini memberikan data yang mendukung pilihan strategis. Sudut pandang hasil keuangan pengembalian dari dua sudut pandang ini dapat berbeda secara signifikan karena beberapa hal, diantaranya:
Ø  Pembatasan oleh pemerintah atas repatriasi laba dan modal
Ø  Biaya izin, royalti, dan pembayaran lain yang merupakan laba bagi induk perusahaan namun merupakan beban bagi anak perusahaan.
Ø  Perbedaan laju inflasi nasional
Ø  Perubahan kurs valuta asing.
Ø  Perbedaan pajak
C.       Biaya Modal Multinasional
Jika investasi luar negeri dievaluasi dengan menggunakan model arus kas terdiskonto, maka tingkat diskonto yang tepat harus dikembangkan. Teori penganggaran modal secara khusus menggunakan biaya modal perusahaan sebagai tingkat diskontonya, dengan demikian suatu proyek harus menghasilkan pengembalian yang setidaknya sama dengan biaya modal perusahaan agar dapat diterima. Tingkat patokan (hurdle rate) ini berkaitan dengan proporsi utang dan ekuitas dalam struktur keuangan perusahaan sebagai berikut.
Tidaklah mudah untuk mengukur biaya modal sebuah perusahaan multinasional. Biaya modal ekuitas dapat dihitung dengan beberapa cara. Satu metode yang populer menggabungkan ekspektasi pengembalian dividen dengan ekspektasi tingkat pertumbuhan dividen. Dengan mengasumsikan :
Di = ekspektasi dividen per lembar saham pada akhir periode.
Po = harga pasar kini saham pada awal periode
g   = ekspektasi tingkat pertumbuhan dalam dividen, biaya ekuitas,
Ke dihitung sebagai berikut:
Ke = Di / Po  +g
Meskipun modal untuk mengukur harga kini saham di kebanyakan negara dimana saham-saham perusahaan multinasional tercatat, seringkali cukup sukar untuk mengukur Di dan g. Pertama-tama karena Di merupakan ekspektasi. Ekspektasi dividen tergantung pada arus kas operasi perusahaan secara keseluruhan. Pengukur arus kas ini di perumit oleh pertimbangan faktor-faktor lingkungan. Terlebih lagi pengukuran tingkat pertumbuhan dividen suatu fungsi ekspektasi arus kas masa depan di perumit oleh kontrol valuta asing dan restriksi pemerntah lainnya dalam transfer dana lintas batas.
D.      Sistem Informasi Manajemen
Penyusunan sistem informasi seluruh dana milik suatu perusahaan merupakan hal krusial dalam mendukung strategi perusahaan, termasuk proses perencanaan.
·                     Isu Yang Berkaitan Dengan Sistem
Keberhasilan yang dicapai tergantung pada kesesuaian rancangan sistem dengan strategi perusahaan. Tiga strategi teknologi informasi global, meliputi:
o   Penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi
o   Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah
o   Penyebaran yang tinggi dengan sentralisasi yang tinggi.
·         Masalah Informasi
Masalah informasi utama adalah pertanaan mengenai translasi. Dalam mengevaluasi operasi, para manager AS lebih menyukai laporan yang disajikan dalam dolar AS. Dengan demikian laporan dari operasi luar negeri perusahaan multinasional AS umumnya ditranslasikan kedalam nilai equivalen dolar agar para manager kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dolar.
E.       Sistem Pengendalian Domestik Dan Multinasional
Sejumlah studi menunjukan bahwa sistem yang digunakan banyak perusahaan multinasional untuk mengendalikan operasi luar negerinya dalam banyak hal sama dengan yang digunakan secara domestik. David Hawkins menawarkan empat alasan dasar untuk hal ini :
1.   Pertimbangan kontrol keuangan jarang sekali merupakan sesuatu yang penting dalam tahap-tahap awal pendirian operasi luar negeri.
2.  Umumnya akan lebih murah untuk menggunakan sistem domestik dari pada harus membuat dari awal keseluruhan sistem yang direncanakan untuk operasi luar negeri.
3.  Untuk menyederhanakan penyusunan dan analisis laporan keuangan konsolidasi, pihak kontroler perusahaan harus menegaskan bahwa seluruh anak perusahaan yang beroperasi menggunakan format dan daftar yang sama untuk mencatat dan mengirimkan data keuangan dan operasi.
4.  Mantan eksekusi domestik yang bekerja pada operasi luar negeri dan atasan perusahaan mereka akan lebih nyaman jika mereka dapat terus menggunakan sebanyak mungkin sistem pengendalian domestik umumnya karena mereka mencapai tingkat manajemen tertinggi dengan menguasai sistem domestik.
F.        Penganggaran Operasional
Setelah tujuan strategis dan anggaran modal terbuat, selanjutnya manajemen memfokuskan diri pada perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mencakup pembuatan anggaran operasional atau rencana laba apabila diperlukan dalam organisasi. Rencana laba ini merupakan dasar bagi peramalan manajemen kas, keputusan operasi, dan skema kompensasi manajemen.
Kinerja keuangan suatu operasi luar negeri dapat diukur dalam mata uang lokal, mata uang negara asal, atau kedua-duanya. Mata uang yang digunakan dapat memiliki pengaruh yang signifikan pada saat menilai kinerja suatu unit luar negeri dan manajernya. Nilai mata uang yang berfluktuasi dapat mengubah laba ketika diukur dalam mata uang lokal dan akan menjadi kerugian ketika dinyatakan dalam mata uang negara asal. Tiga kurs yang mungkin dapat digunakan ketika menyusun draft anggaran operasional pada awal periode, diantararnya:
a.    Kurs spot yang berlaku ketika anggaran disusun
b.    Suatu kurs yang diperkirakan akan berlaku pada akhir periode anggaran (kurs proyeksi)
c.    Kurs pada akhir periode, anggaran disesuaikan jika kurs berubah (kurs penutupan)
G.      Konsep Biaya Standar Dan Kaizen
Sistem penentuan biaya standar mencoba untuk meminimalkan varians antara biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual. Penentuan biaya Kaizen menekankan untuk melakukan apa yang diperlukan untuk mencapai tingkatan kinerja yang diinginkan dalam kondisi pasar yang kompetitif.
Konsep Biaya Standar
Konsep Biaya Kaizen
      Pengendalian Biaya
     Diterapkan pada kondisi manufaktur yang ada
      Tujuannya adalah kesesuaian dengan standar kinerja
      Standar ditentukan setiap tahun

      Analisis varians didasarkan pada aktual versus standar
      Melakukan investigasi apabila standar tidak terpenuhi
      Pengurangan Biaya
      Diterapkan pada perbaikan manufaktur secara terus-menerus
     Tujuannya adalah mencapai target pengurangan biaya
      Target pengurangan biaya ditentukan setiap bulan
      Analisis varians didasarkan pada pengurangan biaya secara konstan
      Melakukan investigasi jika target biaya tidak tercapai
H.      Evaluasi Kinerja Operasi Luar Negeri
Mengevaluasi kinerja merupakan pusat dari sistem pengendalian yang efektif. Sistem evaluasi kinerja yang dirancang dengan tepat memungkinkan manajemen puncak untuk :
a.    Mempertimbangkan profitabilitas operasi yang ada.
b.    Menentukan area yang memiliki kinerja tidak seperti yang diharapkan
c.    Mengalokasikan sumber-sumber daya perusahaan yang terbatas dengan produktif.
d.   Mengevaluasi kinerja manajemen.
e.    Memastikan perilaku manajemen konsisten dengan prioritas strategi.
SUMBER :
Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.

BAB 8 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL

BAB 8
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN INTERNASIONAL
A.      Tantangan dan Peluang dalam Analisis Lintas Negara
Analisis keuangan lintas batas mencakup berbagai wilayah yurisdiksi. Sejumlah negara memiliki perbedaan yang sangat besar dalam praktik akuntansi, kualitas pengungkapan, sistem hukum dan undang-undang, sifat dan ruang lingkup resiko usaha, serta cara untuk menjalankan usaha. Analisis dan penilaian keuangan internasional ditandai dengan banyak kontradiksi. Di satu sisi, begitu cepatnya proses harmonisasi standar akuntansi telah mengarah pada semakin meningkatnya daya banding informasi keuangan di seluruh dunia. Terlepas dari konradiksi yang masih terus berlanjut, hambatan untuk analisis dan penilaian keuangan internasional semakin menurun dan pandangan pada analisis secara umum masih positif.
Globalisasi pasar modal, kemajuan dalam teknologi informasi dan kompetisi antar pemerintah nasional, bursa efek dan perusahaan-perusahaan untuk menarik investor dan kegiatan perdagangan yang meningkat masih terus berlanjut.
B.       Kerangka Kerja Analisis Bisnis
Palepu, Bernard, dan Healy membuat suatu kerangka dasar yang bermanfaat untuk analisisdan penilaian usaha dnegan menggunakan data laporan keuangan. Kerangka dasar tersebut terdiri dari empat tahap analsis, diantaranya:
1.      Analisis Strategi Usaha
2.      Analisis Akuntansi
3.      Analisis Keuangan
4.      Analisis Prospektif
C.       Analisis Strategi Usaha Internasional
Analisis strategi usaha merupakan langkah penting dalam analisis laporan keuangan. Analisis ini memberikan pemahaman kualitiatif atas perusahaan dan para pesaingnya terkait dengan lingkungan ekonomi. Hal ini menandakan bahwa analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan perspektif holistik. Dengan mengidentifikasikan faktor pendorong laba dan risiko usaha yang utama, analisis strategi usaha membantu para analis untuk membuat peralaman yang realistis. Analisis strategi usaha sering kali rumit dan sukar dilakukan dalam lingkungan internasional.
Terdapat beberapa kesulitan dalam analisis strategi usaha internasional, diantaranya:
1.          Ketersediaan informasi
Analisis strategi usaha sulit dilakukan khususnya di beberapa negara karena kurang andalnya informasi mengenai perkembangan makro ekonomi. Memperoleh informasi mengenai industri juga sukar dilakukan di banyak negara dan jumlah serta kualitas informasi perusahaan sangat berbeda-beda. Ketersediaan informasi khusus mengenai perusahaan sangat rendah di negara berkembang. Akhir-akhir ini banyak perusahaan besar yang melakukan pencatatan dan memperoleh modal di pasar luar negeri, telah memperluas pengungkapan mereka dan secara suka rela beralih ke prinsip akuntansi yang diakui secara global seperti standar pelaporan keuangan internasional.
2.         Rekomendasi untuk melakukan analisis
Keterbatasan data membuat upaya untuk melakukan analisis strategi usaha dengan menggunakan metode riset tradisional menjadi sukar dilakukan. Seringkali dilakukan perjalanan untuk mempelajari iklim bisnis setempat dan bagaimana industridan perusahaan sesungguhnya beroperasi, khususnya di negara-negara pasar berkembang.
D.      Analisis Akuntansi
Tujuan analisis akuntansi adalah untuk menganalisis sejauh mana hasil yang dilaporkan perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Para analis perlu untuk mengevaluasi kebijakan dan estimasi akuntansi, serta menganalisis sifat dan ruang lingkup fleksibilitas akuntansi suatu perusahaan. Para manajer perusahaan diperbolehkan untuk membuat banyak pertimbangan yang terkait dengan akuntansi, karena merekalah yang tahu lebih banyak mengenai kondisi operasi dan keuangan perusahaan mereka. Laba yang dilaporkan seringkali digunakan sebagai dasar evaluasi kinerja manajemen. Langkah-langkah dalam melakukan evaluasi kualitas akuntansi suatu perusahaan, meliputi:
Ø  Identifikasikanlah kebijakan akuntansi utama
Ø  Analisislah fleksibilitas akuntansi
Ø  Evaluasilah strategi akuntansi
Ø  Evaluasilah kualitas pengungkapan
Ø  Indentifikasikanlah potensi terjadinya masalah
Ø  Buatlah penyesuaian atas distorsi akuntansi
E.       Analisis Keuangan Internasional
Tujuan analisis keuangan adalah untuk mengevaluasi kinerja perusahaan pada masa kini dan masa lalu, serta untuk menilai apakah kinerjanya dapat dipertahankan. Analisis rasio dan analisis arus kas merupakan alat yang penting dalam melakukan analisis keuangan.
Analisis rasio mencakup perbandingan rasio antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, perbandingan rasio suatu perusahaan antar waktu atau dengan periode fiskal yang lain, dan atau perbandingan rasio terhadap beberapa acuan yang baku. Analisis arus kas berfokus pada laporan arus kas, yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan yang diklasifikasikan menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta pengungkapan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan non kas secara periodik.
Dua masalah yang harus dibahas ketika melakukan analisis rasio dalam lingkungan internasional, yakni :
1.    Apakah perbedaan lintas negara dalam prinsip akuntansi menyebabkan perbedaan yang signifikan dalam angka-angka laporan keuangan yang dilaporkan perusahaan dari negara yang berbeda
2.    Seberapa jauh perbedaan dalam budaya serta kondisi persaingan dan ekonomi lokal memengaruhi interpretasi ukuran akuntansi dan rasio keuangan, meskipun pengukuran akuntansi dari negara yang berbeda disajikan ulang agar tercapai ’daya banding akuntansi’
Sejumlah bukti kuat menunjukkan adanya perbedaan besar antar negara dalam profitabilitas, pengungkit, dan rasio, serta jumlah laporan keuangan lainnya yang berasal dari faktor akuntansi dan non-akuntansi. Seberapa besar perbedaan dalam pos-pos laporan keuangan disebabkan oleh perbedaan prinsip-prinsip akuntansi nasional. Suatu penelitian sebelumnya mengenai rekonsiliasi LK oleh emiten asing yang disusun oleh SEC cukup informatif. Terdapat lima jenis perbedaan laporan keuangan yang diungkapkan oleh sejumlah besar emiten, diantaranya:
1.    Depresiasi dan amortisasi
2.    Biaya yang ditangguhkan atau di kapitalisasi
3.    Pajak tangguhan
4.    Pensiun
5.    Translasi mata uang asing
Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga emiten yang mengungkapkan perbedaan laba yang material melaporkan bahwa laba menurut GAAP AS lebih rendah dibandingkan dengan laba menurut GAAP non AS. Hampir setengah dari antaranya melaporkan perbedaan laba lebih besar dari 25%. Dengan demikian, bukti dari pengungkapan rekonsiliasi emiten SEC mengindikasikan bahwa perbedaan GAAP dapat menyebabkan keragaman angka-angka laporan keuangan yang signifikan.
Para analis harus memilih untuk membuat laporan keuangan yang dapat dibandingkan dengan membuat penyesuaian prinsip akuntansi terhadap laporan keuangan yang sedang dianalisis. Analisis arus kas memberi masukan mengenai arus kas dan manajemen suatu perusahaan. Laporan arus kas yang sangat mendetail diwajibkan menurut GAAP AS, GAAP Inggris, IFRS dan standar akuntansi di sejumlah negara yang jumlahnya makin bertambah. Ukuran-ukuran yang berkaitan dengan arus kas sangat bermanfaat khususnya dalam analisis internasional karena tidak dipengaruhi oleh perbedaan prinsip akuntansi, bila dibandingkan dengan ukuran-ukuran berbasis laba. Beberapa analis menyajikan ulang ukuran akuntansi asing menurut sekelompok prinsip yang diakui secara internasional, atau sesuai dengan dasar lain yang lebih umum. Beberapa lain mengembangkan pemahaman yang lengkap atas praktik akuntansi di sekelompok negara tertentu dan membatasi analisis mereka terhadap perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara-negara tersebut.
Brown, Soybel, dan Stickney menggambarkan penggunaan algoritma penyajian ulang untuk meningkatkan perbandingan kinerja keuangan lintas negara. Mereka menyajikan ulang kinerja operasi perusahaan-perusahaan AS dan Jepang menurut dasar pelaporan yang sama.Algoritma penyajian ulang yang relatif sederhana cukup efektif untuk digunakan. Satu pendekatan adalah memfokuskan pada beberapa perbedaan Laporan Keuangan yang paling material, dimana tersedia cukup informasi untuk melakukan penyesuian yang dapat diandalkan.
F.        Analisis Prospektif Internasional
Analisis prospektif mencakup tahap peramalan dan penilaian. Ketika melakukan peramalan, para analisis membuat ramalan mengenai prospek perusahaan secara eksplisit berdasarkan strategi usaha, catatan akuntansi, dan analisis keuangan. Ketika melakukan penilaian, analisis mengubah ramalan kuantitatif menjadi suatu estimasi nilai perusahaan. Penilaian digunakan secara implisit maupun eksplisit dalam banyak keputusan usaha. Terdapat banyak pendekatan penilaian yang berbeda digunakan dalam praktik, mulai dari analisis arus kas terdiskonto hingga teknik yang lebih sederhana yang berdasarkan perkalian berbasis harga
SUMBER :

Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.

BAB 7 HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

BAB 7
HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
       Harmonisasi merupakan proses untuk menigkatkan kompatibilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-prkatik tersebut dapat beragam. Standar harmonisasi ini bebas dari konflik logika dan dapat meningkatkan komparabilitas (daya banding) informasi keuangan yang berasal dari berbagai negara. Upaya untuk melakukan harmonisasi standar akuntansi telah dimulai jauh sebelum pembentukan Komite Standar Akuntansi Internasional pada tahun 1973. Harmonisasi akuntansi internasional merupakan salah satu isu terpenting yang dihadapi oleh pembuat standar akuntansi, badan pengatur pasar modal, bursa efek, dan mereka yang menyusun atau menggunakan laporan keuangan.
Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi :
      1.      Standar akuntansi yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan.
      2.      Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan - perusahaan publik terkait dengan penawaran surat
             berharga dan pencatatan pada bursa efek.
      3.      Standar audit.
A.      Survey Konvergensi Internasional
Manfaat Konvergensi Internasional
      Menurut pendukung Konvergensi Internasional, banyak manfaat yang dirasakan dengan adanya konvergensi. Surat kabar terkini mengusulkan adanya “Global GAAP”, dimana memiiiki keuntungan antara lain:
      Ø  Standar laporan keuangan yang berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten diseluruh 
          negara, dimana membantu dalam meningkakan efisiensi alokasi modal. Biaya modal akan         
          dikurangi.
     Ø  Para investor dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi. Portofolio lebih  
         bermacam-macam dan resiko keuangan dapat dikurangi, sehingga transparansi dan persaingan di 
         pasar global akan lebih terjaga.
    Ø  Perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan strategi dalam mengambil keputusan mengenai merger 
        dan akuisisi area usaha.
    Ø  Pengetahuan dan keahlian akuntansi dapat ditansfer tanpa batasan ke seluruh dunia.
    Ø  Ide-ide terbaik yang muncul dari aktivitas berstandar nasional dapat ditonjolkan dalam 
        mengembangkan standar global dengan kualitas terbaik.
Kritik Atas Standar Internasional
Standar Akuntani Internasional juga menuai kritik, diantaranya:
Ø  Para kritikus ragu jika Standar Internasional cukup fleksibel dalam mengatasi perbedaan-perbedaan latar belakang, tradisi, dan lingkungan ekonomi di seiap negara.
Ø  Anggapan bahwa ketika institusi keuangan Internasional dan Pasar Internasional bersikeras menggunakan Standar Internasional, dan hanya firma-firma akuntansi internasional yang luas yang mampu memenuhi tuntutannya.
Ø  Muncul ketakutan bahwa penggunaan standar internasional akan menciptakan “Standar Overload”
Ø  Kritikus bersikeras bahwa standar internasional tidaklah cocok untuk perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, terutama perusahaan yang tidak terdaftar dalam akuntabilitas publik.
Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama
Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas, yakni
1.        Rekonsiliasi
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asal, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran-ukuran akuntansi yang penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di negara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.
2.        Pengakuan Bersama
Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.
Evaluasi
Keberhasilan usaha-usaha konvergensi terbaru yang dilakukan oleh organisasi-organisasi internasional dapat menjadi ciri bahwa konvergensi terjadi sebagai respon (tanggapan) alami terhadap tuntutan ekonomi.
B.       Beberapa Peristiwa Penting dalam Sejarah Penyusunan Standar Akuntansi Internasional
Beberapa peristiwa penting dalam sejarah penyusunan standar akuntansi Internasional, antara lain:
·                     1959 Jacob Kraayenhof, mitra pendiri sebuah firma akuntan independen Eropa yang utama dan mendorong agar usaha pembuatan standar akuntansi Internasional dimulai.
·                     1961 Groupe d’Etudes, yang terdiri dari akuntan profesinal yang didirikan di Eropa untuk memberikan nasihat kepada pihak berwenang Uni Eropa dalam masalah-masalah yang menyangkut akuntansi.
·                     1966 Kelompok Studi Internasional Akuntan, didirikan oleh Institute Profesional di Kanada, ,Inggris, dan Amerika Serikat.
C.       Ikhtisar Organisasi Besar Internasional yang  Mendukung Konvergensi Akuntansi
Enam organisasi yang menentukan standar akuntansi Internasional dan memajukan penyelarasan akuntans Internasional, diantaranya:
1.      International Accounting Standards Board (IASB)
2.      Commision of The European Union (EU)
3.      International Organization of Securities Commissions (IOSCO)
4.      International Federation of Accountants (IFAC)
5.      United Nations Intergovernmental Working Group Of Experts On Standards Of Accounting And Reporting (ISAR)
6.      Organization for Economic Cooperation and Development Working Group on Accounting Standards (OECD Working Group)
International Accounting Standards Board (IASB)
Tujuan dari IASB diantaranya:
Ø  Mengembangkan untuk kepentingan publik, seperangkat standar akuntansi yang berkualitas tinggi, mudah dimengerti dan tidak sulit untuk dilaksanakan, yang menurut informasi berkualitas tinggi, transparansi dan sebanding mengenai laporan keuanngan dan kondisi keuangan lainnya.
Ø  Memajukan penggunaan dan penerapan yang tepat dari standar-standar yang dibuat.
Ø  Memperhatikan kebutuhan khusus perusahaan kecil, menengah dan perkembangan ekonomi guna memenuhi tujuan nomor 1 dan 2.
Ø  Meningkatkan kualitas konvergensi standar akuntansi di setiap negara serta Standar Akuntansi Internasional dan Sandar Pelaporan Keuangan Internasional
International Organization of Securities Commissions (IOSCO)
IOSCO Atau Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Tujuan dari IOSCO diantaranya:
·    Bekerja sama untuk memajukan peraturan standar tinggi agar dapat memelihara pasar yang adil, efisien, dan baik.
·  Bertukar informasi tentang pengalaman setiap negara guna memajukan perkembangan pasar domestik.
·   Menyatukan usaha setiap negara untuk membuat standar dan pengawasan yang tepat terhadap transaksi sekuritas di setiap negara.
·   Saling membantu memajukan integritas pasar dengan menerapkan standar-standar secara teliti dengan menindak segala pelanggaran.
International Federation of Accountants (IFAC)
IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara yang mewakili leih dari 2,5 juta akuntan. IFAC didirikan pada tahun 1977. Misinya adalah memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia dan memberikan peran terhadap perkembangan ekonomi internasional yang kuat dengan mendirikan dan memajukan kesetiaan terhadap standar profesional berkualitas tinggi, memperluas konvergensi internasional, dan berbicara mengenai masalah kepentingan publik dimana keahlian profesi tersebut lebih relevan.
SUMBER :

Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek. International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.